Berita  

Ganggu Aktivitas Perusahaan, PT TJ Forge Indonesia Harap Aksi Tetap Aman dan Kondusif

Kuasa Hukum PT TJ Forge Indonesia, Jajat Darojat, SH. (Foto: Istimewa)

Kisaran, — Aksi unjuk rasa di kawasan industri KIIC terus berlangsung hingga Rabu, (3/12), hari ini. Aksi ini dilakukan gabungan sejumlah organisasi massa terkait polemik pengelolaan limbah pabrik milik PT TJ Forge Indonesia. Tak tanggung-tanggung, aksi ini akan digelar hingga Jumat lusa.

Kuasa Hukum PT TJ Forge Indonesia, Jajat Darojat, SH, mengatakan, unjuk rasa ini dipicu tuntutan pembatalan pengakhiran kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan pengelola limbah.

“Dari surat yang kami terima, aksi berlangsung Senin sampai Jumat. Mereka menuntut pembatalan pengakhiran kerja sama pengelolaan limbah,” kata Jajat, Rabu (3/12).

Baca Juga  Sejumlah Mantan Dubes Temui Jusuf Kalla Bahas Konflik Timur Tengah

Soal alasan perusahaan mengakhiri kontrak, Jajat enggan membeberkan secara detail. Alasannya hal itu sudah masuk substansi pokok perkara. “Ini tidak bisa kami ungkapkan di ruang publik,” ujarnya.

Terkait aksi mempengaruhi perusahaan, jajat menilai, kehadiran massa di depan gerbang perusahaan membuat aktivitas produksi terganggu. Mobil pengangkut bahan baku maupun kendaraan pengiriman hasil produksi terhambat keluar masuk.

“Ini sangat mengganggu karena kawasan ini merupakan objek vital nasional. Dampaknya bukan hanya ke perusahaan kami, tapi ke perusahaan lain di KIIC,” tegasnya.

Baca Juga  DMI Minta Pengurus Masjid Gelar Sholat Ghaib dan Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

Ia menambahkan, kawasan industri telah menyediakan ruang aspirasi bagi pihak mana pun yang ingin menyampaikan pendapat tanpa mengganggu operasional pabrik. “Kalau mau menyampaikan aspirasi, ada ruangnya. Tidak harus menutup akses utama perusahaan,” ujarnya.

Jajat menyebut kekhawatirannya apabila aksi-aksi seperti ini terus berulang. Menurutnya, situasi tersebut dapat merusak kenyamanan investor dan memukul iklim investasi Karawang.

“Kalau kejadian seperti ini terus berulang, investor bisa merasa tidak aman. Ini berbahaya bagi iklim investasi,” katanya.

PT TJ Forge Indonesia meminta Polres Karawang menjaga situasi agar tetap kondusif dan memastikan aktivitas perusahaan tidak lumpuh selama aksi berlangsung.

Baca Juga  Jusuf Kalla: Perdamaian Dunia Butuh Keadilan dan Penguasaan Teknologi

“Yang utama, jangan sampai terjadi tindakan anarkis atau perusakan,” tutup Jajat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *