Berita  

Soal Sampah di Makassar, Ryan Latief: Pemerintah Kota Harus Memberi Solusi Nyata

Kisaran, – Kebijakan penerapan pemilahan sampah di Kota Makassar dinilai berpotensi memicu persoalan baru di tengah masyarakat. Hal ini akan terjadi jika pemerintah kota tidak mengimbanginya dengan kesiapan infrastruktur pendukung serta edukasi yang memadai.

Kritik tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat Makassar, Ryan Latief La Kaseng, menanggapi dinamika pengelolaan kebersihan kota yang tengah menjadi sorotan publik. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar semestinya hadir memberikan solusi nyata, bukan justru melimpahkan beban penanganan sampah sepenuhnya kepada warga.

“Masyarakat kita masih perlu sosialisasi dan pendidikan. Jangan paksakan sesuatu, apalagi di tengah persoalan rakyat yang semakin sulit,” tegas Ryan Latief dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Ryan menyoroti pentingnya sensitivitas pemimpin daerah terhadap realitas sosial-ekonomi masyarakat bawah. Kebijakan yang dipaksakan tanpa pendekatan humanis dinilai hanya akan menambah tekanan bagi warga yang sedang berjuang secara ekonomi.

Baca Juga  LBH LIRA Sulsel Resmi Polisikan Ressty Aesthetic Clinic

Ia juga mengkritisi efektivitas program pengelolaan sampah, termasuk wacana program “sampah gratis” yang kerap digaungkan. Menurut Ryan, gagasan tersebut harus diterjemahkan ke dalam fasilitas konkret yang dapat dirasakan langsung oleh setiap rumah tangga.

“Pemerintah Kota Makassar jangan selalu ‘cuci tangan’ kepada masyarakat, tetapi hadir sebagai solusi. Seharusnya memberikan tempat sampah gratis ke setiap rumah warga agar dapat membiasakan memisahkan sampah sejak dini,” ujarnya.

Mengingat tingkat pemahaman dan wawasan masyarakat yang beragam, Pemkot Makassar diminta lebih sabar menjalankan proses edukasi terstruktur. Instruksi atau imbauan dinilai tidak akan efektif jika tidak dibersamai dengan penyediaan sarana dan prasarana penunjang.

Baca Juga  Kasus Dugaan Penipuan Sultan Demak Naik Tahap Penyidikan

Ke depan, Ryan berharap pengelolaan sampah di Makassar dapat bertransformasi secara progresif. Sampah tak lagi dipandang sebagai sumber masalah, melainkan diolah secara produktif menjadi energi terbarukan yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi kota dan warganya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *