Berita  

Ryan Latief Dirikan Organisasi Pasukan Adat to Manurung, Ini Visi dan Misinya

Ryan Latief dengan latar belakang logo organisasi Pasukan Adat to Manurung. (Foto: Ist)

Kisaran, – Satu lagi organisasi baru hadir di Makassar. namanya Pasukan Adat to Manurung. Organisasi ini didirikan oleh pengusaha yang juga salah satu tokoh di Sulawesi Selatan, Ryan Latief Lakaseng.

“Pasukan Adat To Manurung resmi didirikan pada 10 November 2025,” kata Ryan Latief dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 Desember 2025.

Adapun visi dan misi organisasi tersebut adalah melestarikan seni dan budaya nusantara serta meningkatkan ekonomi kreatif daerah. Organisasi ini juga ingin mendidik anak muda yg ingin menjadi prajurit TNI/Polri dalam bela negara. Selain itu, bertekad mengawasi aset Kerajaan Nusantara dan tanah adat serta pengelolaan sumber daya alam agar terjadi keseimbangan ekosistem alam agar tepat guna dan tepat sasaran.

“Sedangkan misi kami menjadi pasukan adat yang kuat, berani, dan bijak dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya sulawesi, serta menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam,” ujar tokoh pencinta sepak bola ini.

Dalam logonya, organisasi ini mengusung lambang harimau putih bersayap Garuda. Sebuah payung ri Luwu berwarna merah terbuka lebar di bagian atas. “Ini sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan identitas budaya masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Luwu,” katanya lantang.

Baca Juga  Putri Dakka Dituduh Lakukan Penipuan, Ketua LBH LIRA Sulsel Siap Pasang Badan

Ia menjelaskan, harimau putih melambangkan kekuatan dan keberanian yang suci, sementara sayap Garuda mencerminkan kemerdekaan, kebebasan berpikir, serta semangat kebangsaan. Perpaduan keduanya, kata Ryan, menjadi representasi tekad Pasukan Adat To Manurung dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya leluhur.

“Lambang ini bukan sekadar simbol, tetapi cerminan nilai hidup. Harimau putih adalah keberanian yang bersih, Garuda adalah kebebasan yang bertanggung jawab, dan Payung RI Luwu adalah wibawa peradaban tua Sulawesi,” ujar salah satu pengusaha.

Payung RI Luwu sendiri dimaknai sebagai simbol kekuasaan, perlindungan, dan keseimbangan, yang menggambarkan peran Pasukan Adat To Manurung sebagai penjaga harmoni antara adat, alam, dan spiritualitas leluhur.

Dengan berdirinya Pasukan Adat To Manurung, diharapkan nilai-nilai keseimbangan, perlindungan budaya, spiritualitas, serta kebanggaan identitas daerah dapat terus diwariskan kepada generasi muda dan menjadi inspirasi dalam menjaga jati diri Sulawesi Selatan di tengah perkembangan zaman.

Visi Misi Pasukan “Adat To Manurung”:

“Menjadi pasukan adat yang kuat, berani, dan bijak dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya sulawesi, serta menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam.”

Baca Juga  Ryan Latief: Aset SKR 101 Bisa Bantu Indonesia dan Palestina Jadi Kota Suci Dunia Akhir Zaman

Misi Pasukan Adat To Manurung:

  1. Melestarikan Adat dan Budaya sulawesi: Melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya sulawesi, serta menjaga keasliannya.
  2. Mengedukasi Masyarakat: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan adat dan budaya sulawesi serta pengembangan ekonomi kreatif daeraha menuju nasional dan internaaional.
  3. Menjaga Keharmonisan Alam: Menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam, serta mencegah kerusakan lingkungan.
  4. Membangun Karakter: Membangun karakter yang kuat, berani, dan bijak bagi anggota Pasukan Adat To Manurung.
  5. Mengembangkan Potensi: Mengembangkan potensi dan kemampuan anggota Pasukan Adat To Manurung dalam bidang adat dan seni budaya serta ekonomi kreatif.
  6. Meningkatkan Kesejahteraan: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan adat dan seni budaya serta peningkatan ekonomo kreatif
  7. Membangun Kerja Sama: Membangun kerja sama dengan masyarakat, pemerintah, dan organisasi lainnya dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya sulawesi.

Tujuan Pasukan Adat To Manurung:

  1. Menjadi pasukan adat yang kuat dan berani dalam menjaga dan melestarikan adat dan seni budaya sulawesi.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan adat dan budaya sulawesi dan nusantata.
  3. Menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam.
  4. Membangun karakter yang kuat, berani, dan bijak bagi anggota Pasukan Adat To Manurung.
  5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan adat dan seni budaya serta ekonomi kreatif
Baca Juga  Putri Dakka Laporkan Istri Rusdi Masse ke Bareskrim, Diduga Lakukan Laporan Palsu

Nilai-nilai Pasukan Adat To Manurung:

  1. Kesetiaan: Kesetiaan kepada adat dan budaya sulawesi dan nusantara
  2. Kejujuran: Kejujuran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
  3. Keadilan: Keadilan dalam memperlakukan masyarakat.
  4. Kebijaksanaan: Kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
  5. Kekuatan: Kekuatan dalam menjaga dan melestarikan adat dan seni budaya sulawesi dan nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *