Oleh: Asriaty Alda Zain
Kadang, kita terlalu cepat ingin menjawab. Saat orang berbicara, pikiran kita sudah sibuk menyusun balasan. Padahal, memperlambat respon itu penting, karena kita ingin benar-benar mendengar.
Ketika kita memberi ruang bagi orang lain menyelesaikan ucapannya, perlahan kita merasakan tekanan dalam diri berkurang.Kita jadi lebih santai… dan orang yang bicara di depan kita pun ikut merasa lebih nyaman.
Tidak ada rasa bersaing, tidak ada rasa ingin menang. Yang ada hanya kehadiran, menjadi pendengar yang baik. Dan itu sudah sangat cukup.
Menjadi pendengar yang baik bukan cuma soal kesabaran. Ini soal hubungan. Karena pada dasarnya, setiap orang senang didengar. Senang ketika apa yang ia ucapkan tidak sekadar lewat, tapi sampai ke hati yang mendengarkan.
Mencari-cari kelemahan orang lain itu tidak membuat kita terlihat lebih pintar. Justru itu mencerminkan betapa kita sedang ingin diakui.
Semakin kita berhenti memburu kesalahan orang, semakin ringan hati kita. Semakin sering kita memilih memahami daripada menghakimi, semakin terasa ‘Betapa Indahnya Hidup Ini’.
Muhasabah diri🌷🙏












