Berita  

Ryan Latief Minta Presiden Prabowo Gunakan Bahasa yang Lebih Menyejukkan dalam Pidato Kenegaraan

Kisaran, – Ketua Pasukan Adat To Manurung, Ryan Latief La Kaseng, menanggapi polemik yang sering muncul setelah pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto. Salah satunya yang mempersilakan pihak-pihak yang berpikiran Indonesia suram untuk mencari negara lain.

Menurut Ryan Latief, perdebatan yang berkembang di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar. Dalam negara demokrasi, setiap orang berhak memiliki pandangan yang berbeda. Ia memahami bahwa pernyataan Presiden bisa dimaknai sebagai upaya membangkitkan semangat nasionalisme. Tujuannya mungkin agar masyarakat tidak larut dalam pesimisme. Namun, ia juga melihat ada sisi lain yang perlu menjadi perhatian.

“Seorang Presiden bukan hanya pemimpin pemerintahan. Beliau juga pemimpin seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, setiap ucapan memiliki makna yang besar dan dampaknya sangat luas,” kata Ryan Latief, Rabu, 22 Juli 2026.

Baca Juga  Ryan Latief: Aset SKR 101 Bisa Bantu Indonesia dan Palestina Jadi Kota Suci Dunia Akhir Zaman

Ia menilai kritik dari masyarakat tidak boleh dipandang sebagai ancaman. Kritik merupakan bagian dari demokrasi. Bahkan, kritik menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli terhadap bangsa ini. Menurutnya, pemerintah sebaiknya menjawab kritik dengan dialog, keterbukaan, dan kerja nyata. Cara seperti itu akan memperkuat kepercayaan publik.

Ryan juga mengingatkan bahwa masyarakat menaruh harapan tinggi kepada seorang kepala negara. Karena itu, pidato kenegaraan seharusnya mampu menenangkan suasana, bukan memunculkan kesan adanya jarak antara pemimpin dan rakyat.”Bahasa yang santun akan lebih mudah diterima. Kalimat yang menyejukkan akan memperkuat persatuan. Itulah yang dibutuhkan bangsa saat ini,” ujarnya

Baca Juga  Ryan Latief Laporkan dr. Resti ke Polda Sulsel atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Ia menegaskan bahwa secara hukum, pernyataan Presiden tentu bukan pelanggaran. Namun, masyarakat juga menilai seorang pemimpin dari etika, kebijaksanaan, dan cara berkomunikasi.Ryan berharap Presiden Prabowo bersedia menyampaikan klarifikasi atau permohonan maaf apabila ucapannya telah menimbulkan kesalahpahaman atau melukai perasaan sebagian masyarakat.

“Meminta maaf tidak akan mengurangi kewibawaan seorang Presiden. Justru itu menunjukkan kebesaran hati dan jiwa kenegarawanan. Rakyat akan semakin menghormati pemimpin yang rendah hati dan bersedia mendengar suara masyarakat,” tegasnya.

Ryan Latief kemudian mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terus larut dalam polemik. Ia meminta masyarakat tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan pendapat, dan bersama-sama mengawal pembangunan bangsa.

Baca Juga  Gathering IKBK ke-8 Jadi Momentum Penguatan Komunikasi dan Entrepreneurship Keluarga

“Mari saling menghormati. Perbedaan pandangan jangan sampai memecah persaudaraan. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat,” tutup Ryan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *