Berita  

Luas Panen Padi dan Jagung di Jabar Meningkat Sepanjang 2025

Sejumlah warga terpanggil untuk membuka lahan pertanian yang "Tidur" menjadi produktif di Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Zeena. R)

Kisaran, – Luas panen padi di Jawa Barat sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan angka tetap 2025, luas panen padi mencapai 1,76 juta hektare, naik 0,28 juta hektare atau 18,97 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 1,48 juta hektare.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Ninik Anisah, mengatakan peningkatan luas panen terjadi di seluruh periode pengamatan pada 2025.

“Luas panen yang dihasilkan setiap subround mengalami peningkatan pada periode 2025 dibandingkan 2024,” ujar Ninik, Senin (2/2/2026).

Peningkatan terbesar tercatat pada Subround 1 dengan kenaikan 38,54 persen atau sekitar 0,16 juta hektare dibandingkan Subround 1 tahun 2024. Sementara itu, Subround 2 meningkat 10,72 persen dan Subround 3 naik 12,26 persen.

Baca Juga  Investasi Jabar 2025 Tembus Rp296,8 Triliun, Tertinggi di Indonesia

Ninik juga menyebut, Kabupaten Indramayu menjadi daerah dengan lahan baku sawah terluas di Jawa Barat, yakni 126.088 hektare, disusul Karawang seluas 100.016 hektare dan Subang 91.797 hektare.

Seiring peningkatan luas panen, produksi padi Jawa Barat pada 2025 turut meningkat. Berdasarkan angka tetap, produksi padi mencapai 10,23 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau naik 1,60 juta ton (18,54 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan produksi padi ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya luas panen yang terjadi sepanjang 2025,” jelas Ninik.

Dari sisi produksi beras, Jawa Barat pada 2025 menghasilkan 5,91 juta ton beras, meningkat 0,92 juta ton dibandingkan 2024. Untuk periode Januari–Maret 2026, potensi luas panen padi diperkirakan mencapai 0,42 juta hektare, meningkat 20,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Potensi produksi padi pada periode tersebut diperkirakan mencapai 2,48 juta ton GKG, sementara potensi produksi beras diproyeksikan mencapai 1,43 juta ton.

Baca Juga  KDM: Produktivitas Bukan Diukur dari Banyaknya Pegawai di Kantor

“Potensi produksi beras pada awal 2026 juga diperkirakan meningkat seiring dengan bertambahnya produksi padi,” kata Ninik.

Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Jagung, luas panen jagung pipilan sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 108,67 ribu hektare, meningkat 39,33 persen dibandingkan 2024.

“Puncak panen jagung pipilan pada 2025 terjadi pada bulan Maret, dengan luas panen sebesar 16,32 ribu hektare,” ujar Ninik.

Adapun potensi luas panen jagung pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 42,60 ribu hektare, atau meningkat 5,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *