Kisaran. – Wilayah pesisir timur Teluk Bone dinilai memiliki rekam jejak historis yang kuat dalam panggung sejarah Sulawesi Selatan. Kawasan Kabupaten Luwu Timur disebut-sebut sebagai titik nol sekaligus rahim dari berdirinya Kerajaan Luwu, salah satu kerajaan tertua di wilayah tersebut.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Lembaga Adat Pasukan Adat To Manurung sekaligus Ketua DPP LBH LIRA (Lindungi Rakyat Indonesia), Ryan Latief La Kaseng. Menurutnya, klaim bahwa istana Kerajaan Luwu pertama kali berdiri di wilayah Luwu Timur—termasuk kawasan Dusun Laoli—merupakan kebenaran sejarah yang berdasar.
“Berdasarkan catatan sejarah, penelitian arkeologis, serta naskah epik I La Galigo, peradaban awal dan ibu kota atau Ware’ pertama dari Kerajaan Luwu berpusat di wilayah Ussu dan Cerekang,” ujar Ryan Latief dalam keterangan resminya.
Ryan menambahkan, kawasan Ussu dan Cerekang diyakini sebagai lokasi turunnya Batara Guru, yang dikenal dalam tradisi tutur dan literatur sejarah sebagai Datu (Raja) pertama Kerajaan Luwu.
Migrasi Pusat Kedatuan dan Status Dusun Laoli
Seiring perkembangan zaman dan dinamika ekonomi, pusat pemerintahan Kedatuan Luwu memang sempat berpindah tempat. Dari Ussu dan Cerekang, pusat kedatuan bergeser ke Malangke (Luwu Utara), hingga akhirnya menetap di Palopo.
Meski demikian, posisi Luwu Timur tetap tidak terpisahkan sebagai cikal bakal kebesaran kerajaan.
Secara administratif, Dusun Laoli saat ini berada di bawah Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Ryan menyoroti letak geografis kawasan tersebut yang berdampingan erat dengan wilayah Ussu di pesisir timur Teluk Bone.
“Secara teritorial, Dusun Laoli di Kecamatan Malili letaknya sangat berdekatan dengan wilayah Ussu. Keduanya sama-sama masuk ke dalam lanskap pesisir timur Teluk Bone yang sangat strategis pada masa lalu,” jelas Ryan.
Lebih jauh Ryan menegaskan bahwa kawasan Malili dan Ussu merupakan satu kesatuan urat nadi geografi Luwu Kuno. Seluruh daratan dan aliran sungai di kawasan tersebut, termasuk Sungai Laoli, menjadi saksi bisu perkembangan peradaban masa lalu.
“Karena itu, Dusun Laoli mutlak termasuk ke dalam wilayah historis Kerajaan Luwu. Kesimpulannya sangat jelas, Kabupaten Luwu Timur adalah titik nol berdirinya Kerajaan Luwu, dan Dusun Laoli otomatis merupakan bagian dari tanah bersejarah serta wilayah kedaulatan kedatuan,” tegas Ryan.(*)






