Majene Butuh Puluhan Miliar Untuk Genjot Sektor Pariwisata

Bupati Majene, Andi Syukri Tamalele. (Foto: Kolase)

Kisaran, — Pemerintah Kabupaten Majene membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk menggenjot pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Majene. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Majene, Andi Syukri Tamalele, mengatakan bahwa kebutuhan anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas destinasi, serta promosi wisata daerah.

“Untuk memaksimalkan potensi pariwisata daerah, kami memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp30 miliar. Ini akan difokuskan pada akses jalan, fasilitas pendukung, dan penguatan promosi,” ujarnya.

Kabupaten Majene memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata bahari, alam, hingga budaya. Di sektor pesisir, sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Barane dan Pantai Dato menjadi fokus pengembangan pemerintah daerah.

Khusus di kawasan Pantai Dato, pemerintah merencanakan pembangunan villa dan cottage untuk menunjang akomodasi wisatawan. Selain itu, berbagai wahana wisata juga akan dikembangkan, seperti wisata berlayar di pesisir Majene, pengalaman menaiki perahu sandeq bercadik khas Mandar, restoran terapung, hingga aktivitas snorkeling dan diving di kawasan tebing karang.

“Kami ingin menjadikan Pantai Dato sebagai destinasi unggulan dengan konsep wisata terpadu, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga berbagai pengalaman wisata,” kata Andi Syukri kepada kisaran, Jumat, 17 April 2026.

Selain wisata pantai, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada pengembangan wisata alam lainnya seperti kawasan air terjun dan sumber mata air yang tersebar di beberapa wilayah di Majene.

Di sektor budaya, Pemkab Majene juga berupaya menghadirkan pengalaman wisata berbasis kearifan lokal, salah satunya melalui wisata keliling kota menggunakan bendi atau dokar, yakni alat transportasi tradisional yang ditarik kuda, yang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Menurut AST, sapaan akrabnya, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat lokal melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penyelenggaraan event budaya.

Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Namun demikian, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran, akses menuju beberapa destinasi yang belum optimal, serta perlunya promosi yang lebih luas agar Majene semakin dikenal di tingkat nasional.

“Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun pihak swasta agar pengembangan pariwisata ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tutup AST.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *